Perusahaan Teknologi dan Co Working Serap 33% Perkantoran di Jakarta

JLL Indonesia mencatat terdapat sekitar 120.000 meter persegi ruang perkantoran di kawasan CBD yang dioperasikan sebagai serviced office dan co-working space.

Perusahaan Teknologi dan Co Working Serap 33% Perkantoran di Jakarta
Ilustrasi co-working space di Jakarta. (Foto: dok Cocowork)

RumahHokie.com (Jakarta) – Konsultan real estat global, JLL Indonesia melaporkan kehadiran perusahaan berbasis teknologi dan bisnis co-working space, sanggup menyerap 33% dari total permintaan ruang sewa perkantoran CBD di Jakarta pada tahun 2018 lalu.

Dalam laporan bertajuk Jakarta Property Market Update Q4 2018, JLL Indonesia mencatat terdapat sekitar 120.000 meter persegi ruang perkantoran di kawasan CBD yang dioperasikan sebagai serviced office dan ruang kerja bersama (co-working space).

Permintaan ruang perkantoran tersebut didominasi oleh firma berbasis teknologi dan perusahaan rintisan (start-up) yang kian marak di Jakarta.

Baca Juga: Permintaan Ruang Perkantoran Jakarta Tetap Positif di Kuartal III-2018

“Total penyerapan ruang sewa perkantoran selama tahun 2018 tetap berjalan positif dengan 33% diantaranya diserap oleh perusahaan berbasis teknologi dan co-working space,” jelas James Taylor, Head of Research JLL Indonesia, Rabu (13/02/2019) di Gedung BEI Jakarta.

Lebih lanjut ia menerangkan, gedung perkantoran grade A di kawasan CBD banyak dipilih oleh operator serviced office maupun co-working space yang datang dari grup internasional maupun lokal.

“Sejak kuartal II-2018, kami mulai melihat co-working space yang dioperasikan oleh grup internasional maupun lokal sangat aktif di gedung grade A,” katanya.

Baca Jugs: Pertumbuhan Co-Working Space Dipengaruhi oleh Tren Generasi Milenial

JLL mencatat bahwa total penyerapan ruang perkantoran untuk seluruh grade di daerah CBD selama 2018, mencapai 189.000 meter persegi. Angka tersebut menandakan bahwa permintaan terhadap ruang perkantoran tetap tinggi.

Meskipun penyerapannya tinggi, namun konsultan properti itu melihat dengan banyaknya pasokan gedung perkantoran yang selesai dibangun selama beberapa tahun terakhir, menyebabkan tingkat hunian di daerah CBD masih tertekan diangka 78%.

Saat ini terdapat 6,2 juta meter persegi ruang perkantoran sewa di kawasan CBD Jakarta. Menurut JLL Indonesia, akan ada suplai ruang perkantoran baru sebanyak 1,1 juta meter persegi di masa mendatang.

Baca Juga: 5 Kunci yang Mendorong Pertumbuhan Industri Properti di Asia Pasifik

Terkait momen Pemilu yang akan dihelat April mendatang, JLL berpendapat bahwa pasar properti pada awal tahun 2019 (Januari hingga Februari), terbilang masih cukup aktif.

Dalam kesempatan yang sama, Vivin Harsanto, Head of Advisory JLL Indonesia, mengatakan sejauh ini pasar properti secara keseluruhan masih terbilang aktif.

“Kami berharap sampai Maret, pasar masih tetap aktif. Biasanya memang sebelum Pemilu ada tren wait and see. Akan tetapi, setelah itu jika semua berjalan baik, kami berharap pasar bisa kembali berjalan lebih positif,” pungkasnya.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda