Proyek Ini Bukti Properti Bisa Bersanding dengan Situs Arkeologi

Situs arkeologi ini ditemukan saat awal pengembangan proyek hunian vertikal V by Crown Group di 45 Macquarie Street beberapa tahun lalu.

Sisa reruntuhan hotel yang kini berada di bawah kompleks apartemen V by Crown Group (Foto: Crown Group)

RumahHokie.com (Sydney) – Setelah 200 tahun terkubur, reruntuhan bekas rumah tahanan dan hotel dipamerkan kepada masyarakat umum saat peresmian pusat peninggalan sejarah Parramatta, Sydney, Australia pekan lalu.

Situs arkeologi ini ditemukan saat awal pengembangan proyek hunian vertikal V by Crown Group di 45 Macquarie Street beberapa tahun lalu.

Baca Juga: 2018: Harga Hunian di Sydney Diprediksi Melonjak 8%

Tidak seperti banyak pengembang—mungkin beberapa pengembang di Tanah Air termasuk di dalamnya—yang kurang memedulikan benda cagar budaya, Crown Group justru melihat hal ini sebagai tantangan untuk berbuat sesuatu bagi masyarakat.

Untuk melindungi situs arkeologi di bawahnya, V by Crown menggunakan tiang-tiang berbentuk huruf V (Foto: dok. Crown Group)

Komisaris dan CEO Crown Group, Iwan Sunito, mengatakan, banyak pengembang akan melihat penemuan arkeologi penting seperti ini sebagai rintangan yang tidak diinginkan.

“Namun, kami melihatnya sebagai kesempatan sekali dalam seumur hidup untuk menciptakan sesuatu bagi masyarakat. Visi kami untuk V by Crown Group adalah membawa masa lalu, saat ini dan masa depan bersama-sama,” tutur Iwan.

Dia mengatakan, V by Crown Group menetapkan sebuah standar baru dalam integrasi ruang publik dan pribadi dalam pembangunan hunian. Proyek yang digadang sebagai Kampung Vertikal ini memiliki bangunan setinggi 29 lantai yang merangkum 590 unit apartemen, kolam renang, gym, hotel bintang lima dan restoran modern.

 

“Saat kami mengakuisisi situs ini di Parramatta kami langsung tahu bahwa kami harus membuat bangunan yang benar-benar istimewa. Situs ini terletak di persimpangan utama dari CBD Parramatta yang sedang tumbuh dan kami tahu ini harus menjadi desain yang luar biasa. Sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya,” kata Iwan Sunito.

Hotel Tertua di Australia
Terletak di Western Road, Parramatta, Wheatsheaf Hotel (1801-1809) adalah reruntuhan hotel tertua di Australia dan menjadi salah satu bangunan besar pertama di kawasan ini pada periode 1801 dan 1810.

Baca Juga: Serbu Properti Australia, Investasi China Capai Rp240 Triliun

Arkeolog juga menemukan sumur yang pernah digunakan untuk sumber air minum, bengkel untuk membuat roda gerobak dan oven pemanggang roti berukuran besar, di samping piring makan, mainan anak-anak, dan botol minum.

Setelah proses penggalian selesai, situs dilindungi dengan sebuah kanopi beton yang memungkinkan pembangunan V by Crown Group dilanjutkan.

Dari kiri ke kanan: Iwan Sunito (CEO Crown Group), Mrs. Heather-Ruddock, Philip Ruddock (Walikota Hornsby), dan Kepala Pemerintahan Negara Bagian NSW, Gladys Berejiklian membuka Heritage Centre Parramatta (Foto: Dok. Crown Group).

Situs sejarah ini kemudian diabadikan dengan nama Philip Ruddock Heritage Centre, yang diambil dari nama mantan Anggota parlemen Parramatta, Philip Ruddock, yang baru-baru ini terpilih sebagai Walikota Hornsby.

Baca Juga: Diserbu Pembeli Asing, Sydney Masih Kekurangan Pasokan Hunian

“Crown Group telah melakukan pekerjaan yang luar biasa untuk proyek ini dan saya bangga mengetahui bahwa nama saya digunakan untuk situs ini,” ungkap Ruddock.

Dia mengatakan, hal ini mencerminkan pandangannya terhadap sebuah pembangunan properti.

“Kita perlu terus melangkah maju, namun pada saat bersamaan sangat penting untuk mempertahankan warisan kita,” katanya.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda