Racikan Cairan Alami Ini Bikin Kayu Awet dan Tahan Air

Beberapa jenis minyak ini dapat melindungi kayu terhadap air. Sejak dulu, tukang kayu di Eropa melakukan metode alami ini mempertahankan furniturnya.

RumahHokie.com (Jakarta) – Supaya tahan lama, furnitur kayu juga butuh perawatan khusus. Langkah ini untuk menghindari permukaannya jadi tidak mudah lapuk, melengkung, retak ataupun pecah.

Untuk memperpanjang umurnya, Anda dapat melapisinya dengan produk khusus yang tahan terhadap air. Pertimbangan ini terutama ditujukan bagi furnitur yang biasanya berhadapan dengan cuaca, seperti berada di area terbuka di rumah.

Baca Juga: Furnitur Cerdas Ini Dirancang Bantu Aktivitas Anda

Selain membutuhkan pelapis khusus, Anda juga bisa melapisinya dengan cara alami guna menciptakan furnitur tahan terhadap air. Ada tiga jenis minyak yang dapat digunakan untuk melindungi kayu tahan air, beberapa diantaranya adalah minyak tung, minyak walnut dan minyak biji rami.

Tung oil merupakan ekstrak biji-bijian pohon tung (Aleurites fordii) yang biasa digunakan menjadi pelapis (coating), menghasilkan permukaaan kayu jadi mengkilap dan tahan air.

Ketika digunakan, minyak ini mudah mengering dan memiliki sifat yang penting terutama melindungi permukaan cat. Sentuhan akhirnya memberikan efek mengkilau pada kayu.

Sedangkan minyak walnut adalah produk yang sama dengan minyak zaitun (olive oil). Keunggulannya, minyak ini mampu menambah ketahanan kayu terhadap air.

Minyak biji rami dikenal pula sebagai linseed oil, keunggulannya mampu berpolimerisasi saat terpapar oksigen. Biji rami yang direbus mengandung zat pengering logam yang beracun. Anda dapat menggunakan produk ini untuk furnitur yang berada luar.

Baca Juga: Biar Awet, Ternyata Furnitur Antik Butuh Perlakuan Khusus

Perlu diketahui bahwa, cairan ini sudah dipergunakan sejak dulu oleh tukang kayu di eropa dan kemudian dikembangkan untuk berbagai keperluan polishing.

Untuk memaksimalkan permukaan kayu, pilih minyak sesuai kebutuhan Anda. Sebelum membuat racikan, lakukan pemeriksaan terlebih dulu permukaan mana saja yang perlu diberikan lapisi.

Proses yang Perlu diKetahui
Langkah berikutnya adalah menciptakan suatu racikan, Anda dapat membuat bahan pelapis yang lebih kuat dari sealant (bahan penambal, perekat atau pengisi celah) dengan cara mencampurkan cuka apel.

Caranya, campur (tung, biji rami, atau walnut) menjadi satu bagian dengan setengah bagian cuka apel. Aduk cairan tersebut sampai menyatu. Buat sebagian tukang kayu, campuran ini merupakan racikan alami yang orisinil dan keunggulannya melindungi kayu bertahan lama.

Baca Juga: Dekorasi Kamar untuk Kenyamanan Sang Buah Hati

Jika racikan sudah siap, saatnya mempersiapkan permukaan kayu. Gunakan ampelas untuk membuka pori-pori kayu, gosok secara berulang. Akhiri dengan mengampelas seluruh permukaan menggunakan kertas ampelas halus.

Proses ini bertujuan untuk meratakan permukaan kayu. Sebelum pengaplikasian minyak, kayu harus kering, bersih dan terbebas dari debu.

Bila permukaannya siap, waktunya melakukan pelapisan. Tuangkan sedikit minyak pada permukaan kain. Jangan lakukan pemolesan minyak secara langsung pada kayu. Gosok minyak dengan kain searah serat dari dalam ke luar. Jangan biarkan terjadi genangan minyak.

Jika pemolesannya selesai, tunggulah sekitar 30 menit agar minyak meresap ke dalam kayu. Untuk menghilangkan kelebihan minyak, usap permukaan kayu dengan kain bersih. Proses pengeringannya, diamkan kayu selama 24 jam, atau sampai kering merata.

Perlu diketahui bahwa, membuat kayu tahan air dengan cairan alami ini memerlukan waktu lebih lama ketimbang menggunakan sealant. Namun, cara ini lebih efektif dan kuat.

Dedy Mulyadi
dedy.mulyadi@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda