Real Estate Awards: yang Kredibel dan yang Berbayar

Indonesia memang jagoan. Pengembang-pengembang kita sering dapat “Prix d’Excellent” dari federasi real estat internasional FIABCI.

RumahHokie.com – Indonesia memang jagoan. Pengembang-pengembang kita sering dapat “Prix d’Excellent” dari federasi real estat internasional FIABCI.

Saya nggak tahu, untuk memenangi ini apakah ada “biaya fotokopi”. Yang terang, kalau Festival Film Cannes, saya lebih percaya bahwa Wregas Bhanuteja diberi Semaine de la Critique untuk film pendek ‘Prenjak’, dapatnya fair. Lho, memang ada penghargaan yang nggak jujur?

Baca Juga: Kisah Luna dan Dunia Properti yang Semakin Bisu

Di Indonesia, Anda dengan mudah bisa dapat “Fastest Growing Company” atau “Top Anu 2016”. Caranya? Ada yang isi formulir siapa saja yang akan datang di malam penghargaan. Tapi minimal harus dua meja, masing-masing 10 orang. Per orangnya harus bayar sekian juta rupiah.

Kata penyelenggaranya, kategori pemenang berdasarkan penilaian dewan pakar dan survei konsumen. Ada penyelenggara yang halus caranya dan tidak tertutup kemungkinan ada yang terang-terangan “menjual award”. Bayar, baru gue kasih.

Tapi yang beginian tetap ramai karena Anda juga butuh buat branding di koran dan kartu nama. Nggak apa-apa. Yang tahu paling cuma sekadar 40 orang lain.

Banyak yang beneran karena ukurannya lumayan jelas. Misalnya, Top Performers dari pencapaian berbagai jenis penjualan di agen properti yang diberikan oleh developer/bank atau oleh master franchise.

Baca Juga: Memberi Nama Bisnis Properti Anda, Ada Kiatnya Lho!

Agen asuransi menarik, karena yang kasih itu AAJI (Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia) yaitu sekumpulan brand. Penghargaan dan lembaga pemberinya kredibel, tapi agennya bisa nakal.

Transaksi ditumpuk milik beberapa orang ke satu nama saja. Sebab, kalau sendiri-sendiri diajukan, semua keok. Ini yang namanya akal bulus.

Award beginian, banyak yang pura-pura, meski ada juga yang kredibel. Termasuk yang cukup kredibel (menurut saya), MURI, Skytrack, dan Euromoney.

Tapi yang pura-pura, saya kira ini bukan kriminal. Pasalnya, siapa pun berhak kasih penghargaan agar orang senang.

Maka, yang penting Anda jangan kasih penghinaan. Perusahaan Anu menang sebagai “Top Malapetaka 2016” atau “Terendah Penjualan 2016”. Jangan pula “Paling Brengsek 2016”.

Mengaranglah yang baik-baik. Soal ukuran dan parameternya apa, ya nggak penting-penting amat. Yang penting, “wani piro?”

Bersama F. Rach Suherman F. Rach Suherman
Mentor investasi properti nasional ini sebelumnya menjabat CEO di tiga perusahaan properti yang berbasis di Indonesia. Saat ini Suherman juga menjadi dosen dan aktif memberi seminar, pelatihan, dan konsultansi untuk perencanaan dan pemasaran properti.

Bila Anda memiliki pertanyaan, kirimkan ke: redaksi@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda