SCG Undang Semua Sektor untuk Dukung Penerapan Circular Economy

Dengan konsep circular economy, SCG mengklaim akan menghasilkan keberlanjutan pada bisnis, meningkatkan kualitas hidup, dan menghasilkan keberlanjutan global.

(Foto: istimewa)

RumahHokie.com (Bangkok)Siam Cement Group (SCG) membahas mengenai pembangunan keberlanjutan (Sustainability Development) pada forum global bertajuk ‘SD Symposium 2018’di Thailand. Di tahun ini, mereka mengusung konsep Circular Economy: Masa depan yang kita ciptakan.

Forum tahunan yang diadakan oleh SCG ini diikuti oleh perusahaan global terkemuka serta sektor pemerintah, masyarakat sipil, UKM, perusahaan startup, serta komunitas lokal.

Tujuannya adalah sebagai wadah bertukar perspektif dan berbagi kisah sukses untuk secara kolaboratif mendukung terwujudnya circular economy dengan mempromosikan penggunaan sumber daya alam yang efisien di seluruh rantai produk.

Baca Juga : SCG Tampilkan Inovasi Terbaru di Architect Expo 2018

Hal itu meliputi manufaktur, konsumsi, dan proses pemulihan. Dengan konsep circular economy, mereka mengklaim akan menghasilkan keberlanjutan pada bisnis, meningkatkan kualitas hidup, dan menghasilkan keberlanjutan global.

Dalam siarang pers yang diterima RumahHokie.com, Rabu (11/07/2018), Presiden & CEO SCG, Roongrote Rangsiyopash, menyatakan konsep circular economy bekerja secara berbeda dari model ekonomi linear tradisional (Take-Make-Dispose).

“Konsep ini mendukung pelestarian sumber daya alam dan menggunakannya dengan cara yang paling efisien, dengan menciptakan sistem di mana limbah dapat masuk kembali ke rantai pasokan,” tutur Roongrote.

Lebih lanjut ia menerangkan konsep ekonomi tersebut bekerja dengan tiga strategi utama. Pertama, mengurangi penggunaan material dengan daya tahan produk yang sama.

Baca Juga : Dua Anak Perusahaan SCG Jadi Pembayar Pajak Terbesar di Sukabumi

Roongrote mencontohkan pihaknya telah mengurangi jumlah sumber daya yang digunakan dalam manufaktur, seperti produk karton hijau bergelombang, yang membutuhkan bahan baku 25% lebih sedikit tetapi tetap tahan lama.

Strategi kedua, dengan melakukan upgrade dan penggantian. Hal ini dilakukan dengan menciptakan inovasi untuk menggantikan produk dan bahan baku yang sudah ada dengan bahan yang menawarkan efisiensi lebih tinggi.

“Misalnya, produk semen SCG Hybrid yang dapat menggantikan semen struktural tradisional tetapi menggunakan bahan mentah yang lebih sedikit dalam proses produksi,” katanya.

Ketiga, dengan melalukan reuse dan recycle. Ia kembali mencontohkan, pihaknya lebih memilih mendaur ulang produk bekas daripada menggunakan sumber daya baru.

“Baru-baru ini, kami memiliki kemitraan teknologi dengan DOW (Thailand) untuk menggunakan plastik daur ulang sebagai bahan untuk memproduksi aspal,” pungkasnya.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda