Sektor Hunian Bersama, Jadi Sasaran Baru Investor dan Pengembang

Laporan JLL menyebutkan para investor dan pengembang kini semakin melirik untuk menanamkan modal investasinya pada sektor properti hunian yang sedang naik daun di Asia Pasifik.

Sektor Hunian Bersama, Jadi Sasaran Baru Investor dan Pengembang, JLL Asia Pasifik, Co Living Space
(Foto: spareroom)

RumahHokie.com (Jakarta) – Laporan terbaru dari konsultan properti global, JLL, mengungkapkan bagaimana cepatnya proses urbanisasi mengubah cara dan tempat tinggal manusia. Prinsip ekonomi saling-berbagi (shared-economy), berhasil menjadikan sektor properti hunian sebagai alternatif yang menjadi tren saat ini.

Menurut JLL, para investor dan pengembang kini semakin melirik untuk menanamkan modal investasinya pada sektor properti hunian di Asia Pasifik yang sedang naik daun.

Sektor properti tersebut meliputi hunian-hunian dimana orang akan melewati tahap kehidupan mereka. Contohnya, hunian untuk pelajar; hunian bersama (co-living space); hunian multifamily; hunian untuk lansia dan panti jompo.

Baca Juga: JLL: Volume Investasi Properti di Asia Pasifik Capai Rekor USD81 Miliar

“Kami melihat adanya peningkatan minat investor di sektor kehidupan di seluruh kota-kota di kawasan Asia Pasifik. Hal ini terjadi karena semakin intensifnya permintaan akan alternatif pilihan hunian yang terjangkau,” kata Rohit Hemnani, COO and Head of Alternatives Capital Markets JLL Asia Pasifik, seperi dikutip dari siaran pers, Kamis (31/01/2019).

Ia mengatakan, para investor dapat menghasilkan keuntungan yang lebih konsisten di sektor properti hunian kehidupan, karena sifat keleluasaan dari kelas aset. JLL merilis beberapa contoh dari sektor properti tersebut.

Hunian Pelajar
Adanya hunian pelajar di Mumbai, India, dapat menarik keuntungan dari 34 juta mahasiswa di seluruh negeri, maka terlihat ada banyak permintaan di sektor ini.

Baca Juga: 5 Kunci yang Mendorong Pertumbuhan Industri Properti di Asia Pasifik

“India secara relatif belum menyentuh sektor tersebut. Diperlukan juga modal untuk meningkatkan ketertarikan pada hunian pelajar, yang diharapkan dapat menghasilkan estimasi keuntungan investasi antara 10% sampai 12%,” jelas Rohit

Panti jompo dan hunian lansia
Sementara itu di belahan dunia yang lain, yakni Australia, panti jompo dan hunian lansia secara budaya jauh lebih dapat diterima apabila dibandingkan negara lain di Asia.

Hal itu tak terlepas dari tingkat harapan hidup di Australia yang lebih tinggi serta semakin banyaknya lansia yang hidup sendiri.

Baca Juga: Hidup Bersama dalam Hunian Berkonsep Co-Living Space, Seperti Apa?

“Kebutuhan akan unit-unit ini (panti jompo) kemungkinan trus berlanjut dan akan mendorong permintaan untuk pembangunannya. Kami melihat Sydney adalah pasar yang sedang bertumbuh dengan estimasi keuntungan antara 6% hingga 8%,” tuturnya.

Hunian Multifamily
Properti jenis ini merupakan salah satu sektor yang dianggap paling stabil. Perbandingan antara penyewa dan pemilik unit diharapkan akan meningkat karena harga rumah di seluruh pasar utama Asia Pasifik sudah jauh melampaui harga sewa. Tokyo tetap menjadi target utama bagi para investor dengan perkiraan keuntungan antara 3,5% hingga 4,5%.

Hunian co-living
Konsep hunian co-living masih dianggap baru di Indonesia. Hal ini sama dengan tempat kerja bersama (co-working space) dan gudang logistik modern, dimana pertumbuhannya di Indonesia secara relatif baru saja dimulai.

Populasi anak muda yang besar serta proses urbanisasi di Indonesia yang sangat cepat, menjadi latar belakang terjadinya pertumbuhan akan permintaan untuk bentuk-bentuk hunian seperti hunian bersama (co-living) ini.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda