Sensasi Bermalam di Whiz Capsule Hotel Trawas Mojokerto

Di dalam kapsul terdapat berbagai fasilitas seperti televisi, headphone, meja baca lipat, safety box, alarm, USB port, jaringan Wi-Fi, dan lain-lain.

Para tamu akan menginap di sebuah kamar berbentuk kapsul berukuran 1,2 meter x 1,4 meter x 2 meter (Foto: Anto Erawan - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Mojokerto) – Tak mesti ke Jepang jika ingin menikmati sensasi menginap di hotel kapsul. Di beberapa kota di Indonesia, capsule hotel sudah eksis. Tak hanya di kawasan metropolitan yang supersibuk, di kawasan wisata pun dapat Anda temukan.

Salah satunya adalah hotel kapsul yang berada di Grand Whiz Trawas Mojokerto. Hadir dengan nama Whiz Capsule Trawas, hotel kapsul ini memberikan pengalaman unik dan tak terlupakan bagi siapapun yang menginap.

Baca Juga: Target Jadi Tiga Besar, Intiwhiz Resmikan Whiz Prime Hotel di Malang

Danny Budiman, General Manager Grand Whiz Hotel Trawas Mojokerto mengatakan, para tamu akan menginap di sebuah kamar berbentuk capsule berukuran 1,2 meter x 1,4 meter x 2 meter.

“Satu orang tamu akan menempati satu capsule yang mampu menahan berat hingga 130 kilogram,” jelas Danny.

Untuk dapat menginap di capsule hotel ini, para tamu dikenakan biaya sebesar Rp250.000 (nett) per malam, sudah termasuk sarapan pagi untuk satu orang.

Menikmati Hotel Kapsul
Saat check in, para tamu akan menerima kartu akses untuk membuka loker dan ruang kapsul. Secara umum, hotel kapsul terbagi menjadi dua sektor terpisah: sektor pria dan wanita.

Sebelum memasuki area capsule, tamu diwajibkan menyimpan barang-barang bawaan di dalam loker. Di dalam loker juga terdapat handuk dan peralatan mandi yang dapat digunakan di kamar mandi yang digunakan oleh semua tamu secara bergantian.

Area loker dan kamar mandi dengan area capsule dipisahkan oleh sebuah pintu otomatis. Memasuki area ini, para tamu harus menggunakan alas kaki (slipper) yang telah disiapkan di dalam loker.

Untuk membuka pintu capsule, tamu hanya perlu menempelkan kartu akses di sensor. Untuk menyalakan lampu, cukup meletakkan kartu akses di slot yang telah disediakan di dalam capsule.

Di dalam ruangan capsule terdapat berbagai fasilitas seperti televisi, headphone, meja baca lipat, pendingin ruangan, safety box, alarm, USB port, lampu baca, jaringan Wi-Fi, serta tabung pemadam api.

Dengan demikian, para tamu tak hanya bisa beristirahat atau bersantai, tetapi juga bisa bekerja atau menikmati tayangan yang menghibur.

Hotel Kapsul Kedua
Sementara itu, Moedjianto S. Tjahjono, President Director & CEO Intiwhiz Hospitality Management mengungkapkan, pihaknya membuat hotel kapsul lantaran dinilai lebih hemat tempat dan biaya.

“Dengan area 700 meter persegi kami bisa membangun 100 kapsul hotel di Grand Whiz Trawas, tetapi untuk membangun 100 kamar hotel, paling tidak dibutuhkan area seluas 5.000 meter persegi,” kata Moedjianto.

Baca Juga: Bangun Rumah MBR di Pacitan, Intiland Gandeng Pengembang Daerah

Di sisi biaya, imbuhnya, satu hotel kapsul hanya menelan investasi Rp100 juta, sedangkan hotel bintang dua—misalnya—perlu biaya konstruksi sekitar Rp270 juta, itu pun belum termasuk fasilitas di dalamnya.

“Kapsul-kapsul ini buatan China, kalau buatan Jepang harganya dua kali lipat,” ujar Moedjianto.

Melihat antusiasme pasar terhadap hotel kapsul perdana tersebut, Intiwhiz pada Desember 2017 akan membuka Whiz Capsule Hotel kedua di kawasan wisata Gunung Bromo. Sebanyak 80 kapsul akan dibuka dengan investasi diperkirakan mencapai Rp8 miliar.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda