Sentimen Negatif Masih ‘Menghantui’ Pasar Apartemen di Jakarta

Berdasarkan laporan Colliers International Indonesia, pasar apartemen kelas menengah-atas di Jakarta belum mencatatkan kinerja yang memuaskan, karena terhambat tren negatif yang masih berkembang.

(Foto : Istimewa)

RumahHokie.com (Jakarta) – Masalah daya beli masyarakat dan faktor sentimen negatif masih ‘menghantui’ pasar apartemen jual untuk kelas menengah-atas di Ibukota menurut konsultan properti global, Colliers International Indonesia pada laporan Jakarta Property Market Q2 2018.

“Mereka (investor) masih melihat bahwa yield dari pasar apartemen di level menengah-atas belum terlalu besar. Pasar sewa nya juga belum terlalu hidup. Kemudian, masalah perpajakan juga menjadi sorotan mereka,” ujar Ferry Salanto, Senior Associate Director, Colliers International Indonesia, Rabu (04/07/2018).

Walaupun demikian, pasar apartemen jual untuk kelas menengah-bawah mencatatkan kinerja yang relatif lebih baik apabila dibandingkan dengan hunian vertikal di level menengah-atas.

Baca Juga : Pasokan Melimpah, Pasar Apartemen Jakarta Belum Bergairah

“Kami melihat dalam beberapa waktu kedepan, akan banyak bermunculan proyek apartemen kelas menengah-bawah di Jakarta,” tutur Ferry.

Colliers mencatat akan masuk pasokan unit apartemen baru sebanyak 64.660 unit yang akan beroperasi selama tahun 2018 hingga tahun 2021 mendatang.

Terdapat 3 proyek apartemen baru yang launching selama periode Kuartal II-2018 ini, yaitu Apple Residence (300 unit), Puri 8 Residence (1.094 unit), serta Sakura Garden City (550 unit).

Mereka mengutarakan bahwa serapan selama periode ini memang sedikit terhambat karena adanya momen Ramadan dan tahun ajaran baru sekolah.

Meskipun demikian, harga rata-rata apartemen mengalami sedikit kenaikan di angka Rp33,2 juta per meter persegi atau naik sekitar 2,5% (Y-O-Y).

Baca Juga : Infografis: Pilih Apartemen Fully Furnished atau Unfurnished?

Sedangkan pada kondisi apartemen sewa, Colliers melihat tidak ada tambahan pasokan baru selama kuartal II-2018 ini. Akan tetapi mereka memperkirakan akan ada dua tambahan proyek apartemen sewa baru yang akan beroperasi di penghujung tahun 2018.

“Pasar apartemen sewa masih dalam kondisi stagnan. Kita tidak melihat banyak transaksi sewa di pasar. Harga sewa tidak mengalami perubahan terlalu banyak,” kata Ferry.

Lebih lanjut ia menerangkan, hingga kini rental rate untuk pasar sewa apartemen berada di harga Rp367.947 per meter persegi per bulan. Sedangkan, untuk tingkat okupansi pasar sewa serviced apartement berada di level 65,5%.

Kuatnya persaingan dengan apartemen strata baru (yang disewakan) membuat tingkat hunian dan harga sewa tidak bisa bergerak banyak.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda