Sukseskan Program Perumahan Rakyat, Ini Dua Usulan REI untuk Pemerintah

Pemerintah diminta mendukung bisnis properti secara konkret, terutama terkait perizinan di daerah, karena properti terbukti menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi, khususnya sektor riil.

perumahan menengah - sepeda - kemenPUPR - rumahhokie - dok
Perumahan menengah (Foto: Dok. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat)

RumahHokie.com (Jakarta) – Real Estat Indonesia dinilai memiliki posisi strategis untuk berkarya mendukung program-program strategis pemerintah di bidang perumahan, permukiman, tata ruang, dan perkotaan.

Pasalnya, REI mempunyai kapasitas dan kompetensi di bidang-bidang tersebut. Demikian pernyataan Soelaeman Soemawinata, Ketua Umum DPP REI, Rabu (23/1/2019).

Baca Juga: Bangun 394.686 Unit, REI Pasok 40% dari Capaian Program Sejuta Rumah 2018

“Oleh karena itu, ke depan REI akan terus mendukung pemerintah dalam membangun dan menyediakan hunian layak huni kepada masyarakat. Hal itu sesuai komitmen REI sebagai ‘Garda Terdepan Membangun Rumah Rakyat,’” tutur Soelaeman kepada sejumlah juru warta.

Menurut Soelaeman, meski pemerintah sudah melakukan banyak terobosan untuk mendorong pembangunan rumah bersubsidi, namun masih banyak persoalan di lapangan yang menghambat pasokan rumah rakyat, terutama kendala perizinan dan ketersediaan lahan di daerah.

Baca Juga: Inilah Kendala Pembangunan Rumah Rakyat Menurut REI dan APERSI

Pemerintah pusat memang sudah menerbitkan sejumlah regulasi untuk penyederhanaan dan kemudahan perizinan seperti PP 64 tahun 2016, namun harus diakui, kondisi di mayoritas daerah belum banyak berubah.

“Masalah klasik lain adalah harga lahan untuk rumah MBR yang terus meningkat, sehingga untuk mengimbangi harga lahan yang mahal, REI berharap adanya kenaikan harga rumah bersubsidi,” papar Eman—panggilan akrab Soelaeman.

Baca Juga: Inilah 25 Bank Penyalur KPR Rumah Subsidi di 2019

Dia berharap, Pemerintah senantiasa mendukung bisnis properti secara konkret, terutama terkait perizinan di daerah, karena terbukti industri ini dapat menjadi stimulan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi khususnya di sektor riil.

Merujuk riset yang dilakukan Universitas Indonesia (UI), sedikitnya ada 174 industri ikutan yang dipengaruhi kondisi sektor properti.

Dua Usulan REI
Kendati Pemerintah menyatakan Program Sejuta Rumah sukses, pasca-tercapainya target di 2018, menurut Eman ada  beberapa terobosan yang masih perlu dilakukan pemerintah guna memastikan pembangunan rumah rakyat berjalan optimal.

Pertama, terobosan pajak untuk rumah MBR (masyarakat berpenghasilan rendah). Untuk mempercepat pembangunan rumah rakyat, REI memperjuangkan relaksasi di bidang perpajakan bagi rumah MBR.

Baca Juga: Kementerian PUPR Targetkan 1,25 Juta Unit Rumah Tahun Ini

“Dengan demikian, rumah-rumah yang dijual maksimal 20% di atas batasan harga jual (plafon) rumah subsidi FLPP (fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan), tidak perlu dikenakan PPN 10% dari nilainya. Namun cukup dikenakan atas selisihnya terhadap harga jual rumah yang ditentukan,” jelas Eman.

Kedua, terobosan penyediaan rumah bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun prajurit TNI/Polri. Dalam dua tahun terakhir ini, ungkap Eman, REI sudah menjalin kerjasama dengan PT Taspen, Jamkrindo, Kementerian Pertahanan, dan Korpri.

Baca Juga: REI Usulkan Harga Rumah Subsidi Naik 7,5% Karena Beberapa Hal Ini

Menurutnya, Ini sejalan dengan keinginan Presiden Joko Widodo untuk mempercepat penyediaan rumah bagi ASN dan TNI/Polri.

“Kami berharap akan ada terobosan kebijakan dari pemerintah, yang membuat REI dapat bergerak lebih cepat untuk menyediakan rumah bagi para abdi negeri,” katanya.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda