Sukseskan Program Sejuta Rumah, Pemerintah Lakukan 4 Hal Ini

Kontribusi dalam membangun sejuta rumah tidak hanya dari pemerintah pusat dan daerah, tetapi juga kontribusi pihak swasta yang melakukan pembangunan di bidang perumahan.

rumah-sederhana-menengah-familia-urban-rumahhokie-anto-erawan-dok
Perumahan Familia Urban, Bekasi Timur (Foto: Anto Erawan - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Bogor) – Pertama kalinya sejak diluncurkan pada April 2015 silam, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) optimistis capaian Program Sejuta Rumah (PSR) bakal mencapai target tahun ini.

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid mengatakan, secara angka memang pencapaian program ini selalu naik setiap tahun, namun belum pernah mencapai angka satu juta unit.

Baca Juga: Hingga Oktober, Program Sejuta Rumah Capai Angka 884.924 Unit

Khalawi menjelaskan, penyediaan perumahan bagi masyarakat merupakan salah satu pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh pemerintah, karena berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2015, angka backlog rumah mencapai 11,4 juta unit.

Untuk menyelesaikan masalah itu, imbuh Khalawi, diperlukan kontribusi dari semua pemangku kepentingan di bidang perumahan. Kontribusi tidak hanya dari pemerintah pusat atau pemerintah daerah saja, melainkan juga kontribusi dari pihak swasta yang melakukan pembangunan di bidang perumahan.

Baca Juga: Ini Dia Rumah Subsidi di Kawasan Bekasi, Tangerang, dan Bogor

“Konstribusi swasta khususnya pengembang diharapkan dapat menjadi bagian dari solusi untuk mempercepat penyediaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR),” terangnya.

Untuk mengurangi angka backlog sekaligus mensukseskan Program Sejuta Rumah, Pemerintah meluncurkan berbagai kebijakan. Berikut empat upaya yang dilakukan pemerintah:

Dana APBN dan APBD
Pembangunan perumahan yang dibiayai APBN yang kontribusinya sekitar 10% dari total unit rumah yang dibangun. Jika ditambah dengan pembangunan rumah yang dibiayai APBD, maka kontribusinya sekitar 20%.

Baca Juga: REI Usulkan Harga Rumah Subsidi Naik 7,5% Karena Beberapa Hal Ini

Kementerian PUPR pun menetapkan target pembangunan perumahan pada Tahun Anggaran 2018 akan dilaksanakan dalam bentuk pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) sebanyak 13.405 unit, Rumah Khusus (4.550 unit), dan bantuan stimulan pembangunan Rumah Swadaya (180.300 unit) yang terdiri dari Pembangunan Baru sebanyak 6.000 unit dan Peningkatan Kualitas sebanyak 174.300 unit.

“Hingga 22 Oktober 2018 capaian Program Satu Juta Rumah telah mencapai 884.924 unit,” ungkap Khalawi.

KPR Bersubsidi
Pembiayaan perumahan melalui pemberian subsidi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Bersubsidi di Tahun 2018, dengan target yakni Subsidi Bantuan Uang Muka (BUM) sebanyak 344.500 unit, Subsidi Selisih Bunga (SSB) sebanyak 225.000 unit, serta Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebanyak 42.000 unit.

Regulasi dan Deregulasi
Pemerintah telah mengeluarkan berbagai Regulasi dalam rangka Percepatan Program Sejuta Rumah dengan mengeluarkan kebijakan penyederhanaan dan kemudahan perizinan pembangunan perumahan bagi MBR, melalui instrumen regulasi Inpres Nomor 3 Tahun 2015, Peraturan Pemerintah Nomor 64 Tahun 2016, Permen PUPR Nomor 5 Tahun 2016, dan Permendagri Nomor 55 Tahun 2017.

Baca Juga: Disrupsi Teknologi Digadang Mampu Dukung Program Perumahan Rakyat

“Sebagai upaya untuk meningkatkan iklim investasi di bidang perumahan, pemerintah juga telah menerbitkan Paket Kebijakan Ekonomi XIII yang diharapkan dapat mendorong kemudahan perizinan pembangunan perumahan bagi MBR di daerah,” tandasnya.

Dalam rangka meningkatkan kualitas perumahan bagi MBR, pemerintah juga sedang mengupayakan terbitnya revisi Kepmen Kimpraswil: 403/KPTS/M/2002 agar penyelenggaraan perumahan di masa yang akan datang, dapat sesuai perkembangan zaman, serta mempertimbangkan teknologi perumahan yang berkembang saat ini.

RISHA dan RIKA
Pemerintah mendorong penggunaan teknologi terbaru di bidang perumahan antara lain, melalui Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA), Teknologi sub-reservoir yang telah diimplementasikan ada Gedung Graha Wiksa Praniti sebagai pilot project percontohan teknologi terapan yang dirancang dengan konsep green building dan Rumah Kayu Instan (RIKA) yang berbahan dasar dari kayu kelas rendah cepat tumbuh telah diterapkan di daerah rawan bencana yaitu Sumatera Barat, Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda