Summarecon Targetkan Pre-Sales Sebesar Rp4 Triliun

Rencana dan target bisnis ini, paparnya, diharapkan akan dapat terlaksana dengan dukungan beberapa kebijakan dan peraturan Pemerintah.

Logo Summarecon-Agung-rumahhokie-dok2

RumahHokie.com (Jakarta)PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) memandang positif prospek bisnis properti di 2018 ini, meski akan diwarnai ajang Pilkada serentak dan persiapan menuju Pemilu tahun 2019.

Summarecon tetap optimistis dapat beradaptasi dengan kondisi pasar saat ini dan menargetkan pra-penjualan (pre-sales) di 2018 sebesar Rp4 triliun atau naik sebesar 12% dibandingkan 2017.

Baca Juga: Raih Pendapatan Rp5,6 Triliun, Summarecon Andalkan Sektor Perumahan

“Target tersebut diharapkan dapat dicapai dengan dibukanya lokasi pengembangan baru di Makassar yang akan menjadi lokasi pengembangan keenam oleh Summarecon,” jelas Adrianto P. Adhi, President Director Summarecon dalam acara Public Expose, Kamis (7/6/2018).

Menurutnya, kontribusi yang diharapkan dari masing-masing lokasi adalah sebagai berikut: Serpong (34%), Bekasi (22%), Bandung (21%), Kelapa Gading (10%), Karawang (7%), dan Makassar (6%).

Dukungan Kebijakan Pemerintah
Rencana dan target bisnis ini, paparnya, diharapkan akan dapat terlaksana dengan dukungan beberapa kebijakan dan peraturan Pemerintah Indonesia yang memberikan dampak positif terhadap ekonomi dan sektor properti, seperti peluncuran 16 paket kebijakan ekonomi secara bertahap untuk meningkatkan investasi dan memperbaiki kondisi bisnis, Peraturan Menteri Keuangan nomor 122/PMK.08/2016 yang mengizinkan dana repatriasi dari program Tax Amnesty dapat ditempatkan pada sektor properti.

Baca Juga: Summarecon Bekasi Luncurkan Apartemen The Freesia

Peraturan Pemerintah (PP) nomor 34/2016 yang memangkas Pajak Penghasilan (PPh) atas penjualan properti dari 5% menjadi 2,5%, Peraturan Bank Indonesia No.18/16/PBI/2016 yang memberikan kelonggaran dengan meningkatkan rasio loan-to-value (LTV). Juga suku bunga acuan baru yaitu BI 7-Day Repo Rate yang diharapkan dapat menggairahkan sektor properti dengan tingkat suku bunga KPR yang rendah.

Dampak Positif Infrastruktur 
Selain itu, pembangunan infrastruktur yang masif juga diharapkan akan memiliki dampak positif pada perkembangan properti Summarecon, yaitu dengan dibangunnya sistem transportasi yang  menyediakan kemudahan akses dari dan ke lokasi pengembangan properti di kawasan yang dikembangkan Summarecon seperti di Kelapa Gading, Bekasi, Karawang dan Bandung.

Baca Juga: Tambah Fasilitas, Summarecon Bekasi Resmikan Halte Transjakarta

“Dengan dedikasi, ketekunan, komitmen dan kontribusi berharga oleh karyawan sebagai aset perusahaan, dan juga pengalaman selama 43 tahun dalam mengembangkan bisnis properti, kami optimistis maju dan terus bekerja keras membangun produk-produk berkualitas dan bernilai tinggi secara berkelanjutan demi kelangsungan perusahaan dan memberikan kontribusi ekonomi dan sosial kepada bangsa,” tutur Adrianto.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda