Tahun 2019, Investasi Hotel di Asia Pasifik Akan Meningkat 15%

JLL memaparkan tren positif investasi perhotelan di Asia Pasifik sudah dimulai sejak tahun 2018. Disaat para investor mulai menjual aset dan menuju antisipasi meningkatnya bidang pariwisata.

Investasi hotel di Asia Pasifik
(Ilustrasi Gambar: Shutterstock)

RumahHokie.com (Jakarta) – Konsultan real estat global, JLL memprediksi volume investasi perhotelan di kawasan Asia Pasifik pada tahun 2019 akan mengalami pertumbuhan sebesar USD9,5 miliar atau meningkat 15% dibanding dengan tahun lalu.

Dalam laporan terbaru bertajuk Hotel Investment Outlook, JLL memaparkan tren positif investasi perhotelan di Asia Pasifik sudah dimulai sejak tahun 2018, disaat para investor mulai menjual aset dan menuju antisipasi meningkatnya bidang pariwisata.

Di tahun lalu, kegiatan transaksi didorong oleh perdagangan single-asset, yang menghasilkan 83% lebih dari total nilai USD8,3 milyar yang diinvestasikan di Asia Pasifik.

Baca Juga: JLL: Volume Investasi Properti di Asia Pasifik Capai Rekor USD81 Miliar

Para pengembang properti serta perusahaan pemodal swasta adalah pembeli terbesar, dari setengah properti yang diperdagangkan.

Dilansir dari siaran pers, Rabu (13/03/2019), Corey Hamabata, Senior Vice President JLL Hotels & Hospitality Group, menerangkan tahun lalu merupakan momentum pemulihan bagi pasar hotel di Indonesia, dengan kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya.

“Di 2019 ini, kami mencatat adanya pertumbuhan kegiatan dari para investor luar negeri, dalam mengantisipasi pemulihan pasar perhotelan,” ujarnya.

Baca Juga: Bersama India dan Indonesia, Vietnam Jadi Pasar Properti Potensial di Asia

JLL pun melihat tren positif terjadi pada bisnis perhotelan di Jepang. Menurut laporan tersebut, sentimen investor di Jepang akan tetap tinggi dengan adanya gelaran Rugby World Cup dan Olimpiade Tokyo.

Adapun Nihat Ercan, Head of Hotel Investment Sales Asia, JLL Hotels & Hospitality Group, menuturkan meskipun terjadi serangkaian bencana alam di Jepang, akan tetapi pasar hotel di negara itu tetap mampu menarik minat para investor dunia.

“Saat ini pasar hotel di Jepang sudah mengalami kenaikan sebesar 8,7% dalam setahun seiring dengan pertumbuhan di bidang pariwisata. Hampir 30% dari semua investasi di Asia Pasifik, ditanamkan di Jepang” jelasnya.

Baca Juga: Saatnya Liburan Akhir Tahun, Ini Dia 5 Hotel di Dunia dengan Konsep Unik

Pertumbuhan juga terjadi pada pasar hotel di Singapura. Negara tersebut berhasil menaikan kunjungan wisatawan hingga 7% pada tahun kemarin, sehingga mendorong kenaikan positif RevPAR di semua skala kelas perhotelan.

Sedangkan di China, JLL mencatat pada tahun 2018 lalu RevPAR mencapai rekor tertinggi di seluruh kota-kota besar negara tersebut. Termasuk di Chengdu yang naik 20%, disusul Beijing yang naik 15%, Chongqing naik 13% dan kota Wuhan 12%.

“Kami berharap para investor yang melirik pasar Asia Pasifik, akan memperhitungkan berkurangnya kenaikan income sebagai faktor dalam asumsi valuasi mereka. Akan tetapi, likuiditas di kota-kota besar serta tuntutan imbal balik yang lebih rendah, justru akan mendorong meningkatnya volume transaksi,” pungkas Ercan.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda