Tahun Ini, ATR/BPN Targetkan Seluruh Tanah di Jakarta Terdaftar

Berdasarkan data Kementerian ATR/BPN, sampai akhir 2018, sebanyak 92% bidang tanah di DKI Jakarta telah terdaftar.

lahan permukiman di jakarta timur - anto erawan - rumahhokie - dok
Lahan permukiman di Jakarta Timur (Foto: Anto Erawan - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta) – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) berkomitmen untuk menyelesaikan pendaftaran tanah di DKI Jakarta pada tahun 2019.

Dinukil dari siaran pers Kementerian ATR/BPN, sampai akhir 2018, sebanyak 92% bidang tanah di DKI Jakarta telah terdaftar.

Baca Juga: Dua Implikasi Penting Memiliki Sertifikat Tanah

Untuk menunjukkan komitmennya tersebut, Kementerian ATR/BPN serahkan 3.023 sertifikat tanah kepada masyarakat di GOR Cendrawasih, Jakarta Barat, Rabu (9/1/2019). Sertipikat tanah diserahkan langsung oleh Presiden Joko Widodo, didampingi Menteri ATR/Kepala BPN, Sofyan A. Djalil dan Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Bidang tanah di Kota Administrasi Jakarta Barat diperkirakan sejumlah 370.197 bidang tanah, dengan perincian (sampai akhir 2018): bidang tanah yang sudah terdaftar 340.497 bidang (92%) dan belum terdaftar 29.700 bidang (8%). Diperkirakan pada di 2019 ini seluruh bidang di Kota Administrasi Jakarta Barat telah terdaftar.

Baca Juga: Kementerian ATR/BPN Kembangkan Aplikasi Penilaian Tanah Massal

Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Barat telah menyelesaikan kegiatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sebanyak 63.690 bidang, dengan rincian terbit sertifikat sebanyak 21.602 bidang dan masuk dalam cluster 2, 3, dan 4 sebanyak 42.088 bidang, di mana bidang-bidang tersebut terdapat kekurangan persyaratan administrasi, sengketa, maupun ditujukan untuk perbaikan data.

“Semula masyarakat tidak percaya ada program pembuatan sertifikat tanah gratis. Tapi kami membuktikan hal itu kepada masyarakat dengan perubahan Kementerian ATR/BPN yang kini memberikan pelayanan lebih baik,” ungkap Sofyan Djalil.

Baca Juga: Tahun ini, Kementerian ATR/BPN Rilis Aplikasi e-office dan Smart PTSL

Sementara, Presiden Jokowi mengungkapkan, sebelumnya permasalahan utama pendaftaran tanah adalah jumlah sumber daya manusia, terutama kurangnya jumlah juru ukur.

“Oleh sebab itu, sejak tahun 2015 jumlah juru ukur ditambah sebanyak-banyaknya,” ungkap Jokowi.

Baca Juga: Inilah Tujuh Jenis Lahan Sumber Objek Bank Tanah

Selain itu, imbuhnya, salah satu upaya yang dilakukan Kementerian ATR/BPN adalah melaksanakan program akselerasi pendaftaran tanah melalui Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dengan target seluruh bidang tanah di Indonesia dapat segera didaftarkan.

“Dulu, hanya bisa produksi sertifikat 500 ribu per tahun. Ini menyebabkan masyarakat harus menunggu 160 tahun untuk dapat sertifikat tanah, makanya kami laksanakan program PTSL,” pungkas Jokowi.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda