Targetkan Jadi Institusi Berstandar Dunia, ATR/BPN Terapkan Tujuh Pilar

Berharap menjadi institusi pengelola pertanahan dan tata ruang berstandar dunia di 2025, Kementerian ATR/BPN mengupayakan transformasi di bidang teknologi digital.

Logo kementerian ATR-BPN - rumahhokie - dok2- copy

RumahHokie.com (Jakarta) – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) berharap dapat menjadi institusi pengelola pertanahan dan tata ruang berstandar dunia di 2025.

Salah satu hal utama yang diupayakan adalah transformasi di bidang teknologi digital, yang menurut Sofyan A. Djalil, Menteri ATR/Kepala BPN, saat ini dilakukan oleh banyak negara di dunia.

Baca Juga: Tahun ini, Kementerian ATR/BPN Rilis Aplikasi e-office dan Smart PTSL

“Jika kita tidak bergerak cepat, maka Indonesia akan ketinggalan. Untuk itu, kita harus bekerja keras,” jelas Sofyan A. Djalil, dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional Tahun 2019 yang mengangkat tema besar “Menuju Era Digital”, Rabu (6/2/2019).

Dia memaparkan, visi Kementerian ATR/BPN tahun 2025 adalah Terwujudnya Kementerian ATR/BPN Menjadi Institusi Pengelola Pertanahan dan Tata Ruang yang berstandar dunia.

Baca Juga: Kementerian ATR/BPN Lakukan Digitalisasi Arsip Pertanahan

Untuk menuju ke sana, pihaknya akan menerapkan tujuh pilar:
(1) Seluruh tanah di Indonesia harus didaftarkan.
(2) Memaksimalkan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).
(3) Peningkatan Sumber daya manusia menuju birokrasi berstandar dunia.
(4) Kementerian ATR/BPN harus menjadi pusat informasi pertanahan dan tata ruang.
(5) Mewujudkan Kantor Pertanahan modern dengan memberikan produk pertanahan dan tata ruang berbasis elektronik.
(6) Meningkatkan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) 10 kali dengan layanan informasi pertanahan sebagai basis penerimaan negara.
(7) Memberlakukan stelsel positif atau asuransi pertananahan untuk mengatasi kerugian masyarakat akibat sengketa pertanahan.

9,3 Juta Bidang Tanah di 2018
Dalam Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), Sofyan mengakui, setelah 2017 Kementerian ATR/BPN terus melakukan banyak terobosan sehingga dapat mendaftarkan sekitar 9,3 juta bidang tanah pada tahun 2018.

Terkait pelaksanaan Reforma Agraria, imbuh Sofyan, capaian di 2018 meningkat signifikan jika dibanding dengan capaian di 2017. Dia menjelaskan redistribusi tanah pun dilaksanakan secara akuntabel, sehingga mudah diaudit dan pelaksanaannya lebih transparan.

Baca Juga: Kementerian ATR/BPN Kembangkan Aplikasi Penilaian Tanah Massal

Di sisi lain, dalam pelayanan pertanahan juga akan dilakukan beberapa terobosan, yakni penggunaan digitalisasi warkah, peluncuran layanan online terkait hak tanggungan dan roya, serta penyiapan sertifikat tanah satu lembar.

“Kementerian ATR/BPN akan mengutamakan kepuasan masyarakat serta menerapkan Zona Integritas di seluruh kantor pertanahan,” ujar Sofyan seperti dinukil dari siaran pers Kementerian ATR/BPN.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda