Tekan Kredit Macet, Bank BTN Catatkan Kenaikan Laba 11,51%

Pertumbuhan kredit Bank BTN tumbuh 19,28% (yoy), atau di atas rata-rata industri perbankan yang hanya 12,12%.

ank-BTN-paparan-kinerja-kuartal-3-2018-by-anto-erawan-rumahhokie-dok
Paparan Kinerja Bank BTN per 30 September 2018 (Foto: Anto Erawan - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta) – Kendati suku bunga kredit mengalami tren kenaikan, namun hingga akhir kuartal ketiga 2018, PT Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk. mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 19,28% secara tahunan (yoy).

Angka pertumbuhan kredit tersebut di atas rata-rata industri perbankan per Agustus lalu yang dicatat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebesar 12,12%.

Baca Juga: Resmi, Bank BTN Kembali Kucurkan KPR Subsidi FLPP

Pertumbuhan kredit Bank BTN ini didorong kenaikan KPR Subsidi, setelah sebelumnya Bank dengan kode emiten BBTN ini resmi mendapat kucuran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Bank BTN berhasil mengucurkan kredit senilai Rp220,07 triliun per kuartal III 2018. Angka ini naik dibandingkan kuartal III tahun 2017 yang hanya sebesar Rp 184,50triliun.

Baca Juga: Cari Rumah Lelangan Bank BTN Lebih Mudah Lewat Situs Online Ini

“FLPP memberikan angin segar terhadap laju pertumbuhan kredit bagi Bank BTN lebih tinggi dan untuk mengoptimalkannya sekaligus mendukung target program sejuta rumah yang menyasar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), kami intensif menggandeng mitra swasta maupun pemerintah daerah agar penyerapan FLPP tepat sasaran,” jelas Direktur Utama Bank BTN, Maryono, saat jumpa pers di Menara Bank BTN Jakarta, Kamis (25/10/2018).

KPR Subsidi Melaju
Lebih lanjut Maryono menuturkan, KPR Subsidi yang memegang porsi 54,35% dari total KPR perseroan memang melaju kencang dibandingkan KPR non Subsidi.

Secara keseluruhan, jelasnya, KPR hanya tumbuh sebesar 21,81% (yoy) atau sebesar Rp163,61 triliun. Pencapaian tersebut lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp134,31 triliun.

Sementara KPR Subsidi melonjak sebesar 30,11% (yoy) atau menjadi Rp88,92 triliun. Pencapaian ini lebih baik dibandingkan kuartal III-2017 yang mencapai Rp68,34 triliun.

Baca Juga: Bank BTN Tawarkan KPR Khusus Generasi Milenial

Di sisi lain, KPR non subsidi tumbuh 13,22% (yoy) menjadi Rp74,69 triliun, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya sebesar Rp65,97 triliun.

“Kami terus melakukan inovasi produk untuk meningkatkan akses masyarakat memiliki hunian idaman, di antaranya baru-baru ini kami merilis KPR Gaeesss yang menyasar generasi milenial dan melakukan pilot project KPR Mikro dengan skema ABCG (Academy, Business, Community, dan Government) bagi MBR untuk mengejar target pertumbuhan kredit di kisaran 19% – 20% tahun ini,” katanya

Kontribusi Kredit Konstruksi
Maryono menambahkan, untuk sektor kredit konstruksi bagi para pengembang perumahan, Bank BTN mencatatkan pertumbuhan 17,41% (yoy) atau sebesar Rp28,45 triliun lebih tinggi dibandingkan kuartal III-2017 yang hanya Rp24,23 triliun.

Baca Juga: Bantu Stakeholder Properti Tanah Air, Bank BTN Luncurkan House Price Index

Seiring dengan laju pertumbuhan KPR, kontribusi Bank BTN dalam menyalurkan kredit kepemilikan rumah maupun kredit konstruksi properti terhadap Program Sejuta Rumah semakin besar yaitu mencapai 574.444 unit rumah, dengan nilai Rp54,93 triliun per September 2018.

“Dari pencapaian tersebut, sebanyak 408.350 unit rumah dibiayai dengan KPR Subsidi, sementara sisanya dengan KPR Non Subsidi,” jelas Maryono.

Kredit Macet Turun
Laju pertumbuhan kredit yang kencang juga  didukung oleh pengendalian rasio kredit macet yang baik. Non Peforming Loan (NPL) Bank BTN berhasil ditekan menjadi 2,65% per September 2018. Angka tersebut lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 3,07%.

“Dengan memoles NPL, laba perseroan berhasil terdongkrak 11,51% (yoy) menjadi sebesar Rp2,236 triliun, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp2 triliun,” ujar Maryono.

Baca Juga: Menggiurkan, Investasi Rumah Bekas dari Pelelangan Bank BTN

Pertumbuhan laba Bank BTN didorong pertumbuhan pendapatan bunga bersih yang tercatat Rp7,54 triliun atau naik 15,29% dibandingkan kuartal III-2017 yang hanya sebesar Rp6,54 triliun.

Pendapatan bunga bersih tetap terjaga karena Net Interest Margin (NIM) tetap tumbuh sebesar 4,35%. Pertumbuhan laba dan kredit mendongkrak aset Bank BTN menjadi sebesar Rp272,3 triliun atau tumbuh 17,41% (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya sebesar Rp231,93 triliun.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda