Tidak Ada Perubahan Berarti, Pasar Retail Jakarta Dinilai Stabil

Tingkat vacancy secara keseluruhan pada industri retail di Jakarta mencapai 12,4%. Angka itu lebih tinggi apabila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu (year-on-year).

Tidak Ada Perubahan Berarti, Pasar Retail Jakarta Dinilai Stabil
Salah satu tenant retail di Aeon Mall, Jakarta Garden City. (Foto : Adhitya Putra - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta) – Konsultan real esate global, Savills Indonesia, menyebutkan pasar retail Jakarta saat ini dinilai lebih baik apabila dibanding dengan sektor-sektor properti lainnya. Kinerja sektor tersebut dianggap stabil ketimbang pasar perkantoran dan residensial.

Saat ini vacancy secara keseluruhan pada pasar retail di Jakarta mencapai 12,4%. Angka itu lebih tinggi apabila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu (year-on-year).

“Kondisi pasar retail lebih baik ketimbang perkantoran dan residensial. Hal itu dikarenakan kondisi vacancy nya masih stabil. Harga sewa tidak banyak berubah,” jelas  Anton Sitorus, Direktur Riset Savills Indonesia, dalam paparan mengenai Jakarta Property Market Update 2018, Rabu (29/08/2018) di Jakarta.

Baca Juga : Bisnis Sewa Ruang Pusat Perbelanjaan di Jakarta Masih Melemah

Menurutnya, hingga tiga tahun kedepan, Savills tidak melihat adanya fluktuasi vacancy yang tajam. Masih berkisar 12% hingga 14%. Karena antara pasokan ruang dengan permintaan di beberapa tahun mendatang, tergolong masih seimbang.

Jika dilihat berdasarkan segmentasinya, hingga pertenghan tahun tingkat vacancy mal untuk level middle up  berada di angka 19,3%. Lalu mall segmen middle low berada di level 6,9%. Sedangkan, untuk pusat perbelanjaan dengan segmen upper tingkat vacancy-nya mencapai 8,1%.

Savills juga membaca adanya perkembangan tren yang mempengaruhi tingkat okupansi di pasar retail Jakarta.

Ia mengatakan beberapa pengelola pusat perbelanjaan sedang melakukan konsolidasi terhadap para tenant, dengan melakukan layout ulang. Contohnya di Senayan City, yang menata beberapa tenant fesyennya dalam satu area.

Baca Juga : Benarkah Asian Games 2018 Pengaruhi Pasar Properti Indonesia?

“Saat ini penjualan kan tidak sedang tinggi. Maka, sekaranglah saatnya mereka melakukan konsolidasi dan penataan ulang terhadap para tenantnya,” kata Anton.

Dari sisi sewa, meskipun terdapat pasokan ruang baru sebesar 8.000 meter persegi, belum mampu menaikan permintaan sewa terhadap pasar retail. Anton melihat permintaan untuk sewa retail saat ini cenderung stagnan.

“Saat ini harga sewa ruang sekitar Rp350 ribu per meter persegi per bulan.  Kami masih optimistis harga sewa tidak akan mengalami penurunan yang lebih dalam lagi. Bahkan, kami berpikir akan ada perbaikan dalam tiga tahun kedepan,” pungkasnya.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda