Tingkat Hunian Sektor Ritel Jakarta Masih Stabil di Level 88%

JLL Indonesia memaparkan bahwa tingkat permintaan ruang untuk sektor ritel di Jakarta, masih didominasi oleh tenant food & beverage, fesyen serta entertainment.

Pasar ritel Jakarta, JLL Indonesia, pusat perbelanjaan
Ilustrasi pasar ritel Jakarta (Foto: Adhitya Putra - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta) – Konsultan real estat global, JLL Indonesia, mengatakan tak banyak perubahan terjadi di sektor ritel Jakarta selama kuartal IV-2018. Meskipun tingkat pasokan ruang terbilang terbatas, namun level hunian masih stabil di angka 88%.

Dalam laporannya, JLL Indonesia memaparkan bahwa tingkat permintaan ruang untuk sektor ritel di Ibukota masih didominasi oleh tenant food & beverage, fesyen serta entertainment.

“Pasar ritel pada kuartal IV-2018 ini masih melanjutkan tren yang sama. Permintaan ruang yang masih aktif ditunjukan pada sektor fesyen dan F&B, dengan tingkat hunian yang masih stabil di level 88%,” ungkap Cecilia Santoso, Head of Retail JLL Indonesia, beberapa waktu lalu di Gedung BEI Jakarta.

Baca Juga: Era Digital Bawa Pasar Ritel Jakarta Lebih Atraktif

Menurut data dari JLL, permintaan ruang ritel atau pusat perbelanjaan yang cukup ketat berasal dari generasi milenial dan keluarga.

“Untuk tingkat serapan ruang ritel di Jakarta hingga kuarta IV-2018 masih positif. Meskipun pasokan amat terbatas. Saat ini tingkat serapan ruang ritel mencapai 3.400 meter persegi,” kata Cecilia saat ditemui RumahHokie.com disela-sela paparan laporan Jakarta Property Market Update Q4-2018.

JLL Indonesia memperkirakan hingga tahun 2021, total pasokan mal baru yang tersebar di Jakarta akan menyentuh 223.000 meter persegi.

Baca Juga: Bisnis Retail Jakarta Tak Terpengaruh Tren Belanja Secara Online

Sedangkan untuk tingkat okupansi, diperkirakan akan sedikit menurun pada tahun 2020. Hal itu disebabkan adanya pusat perbelanjaan baru. Namun, akan terus meningkat di tahun setelahnya.

Sementara itu ditemui dalam kesempatan yang sama, James Taylor, Head of Research JLL Indonesia berujar kemajuan teknologi semakin memberi dampak pada perkembangan konsep ritel yang ditawarkan kepada masyarakat saat ini.

Baca Juga: 5 Kunci yang Mendorong Pertumbuhan Industri Properti di Asia Pasifik

“Kini departement store berkompetisi dengan bidang e-commerce. Selain itu, pembayaran online kian marak dilakukan oleh masyarakat perkotaan,” kata James.

James melanjutkan, di beberapa pusat perbelanjaan, kehadiran co-working space mulai beroperasi sebagai tenant. Selain itu, media sosial kian berperan membuat pengunjung pusat perbelanjaan semakin meningkat.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda