Tingkat Okupansi dan Tarif Sewa Ruang Ritel di Bogor Tertinggi

Survei Cushman & Wakefield menyebut tarif dan okupansi ruang ritel di Bogor lebih tinggi dibanding daerah lain di kawasan Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek).

progres Opus Park - aeon mall - sentul city - rumahhokie - dok
Progres pembangunan Aeon Mall Sentul City, Oktober 2018 (Foto: Dok. Sentul City)

RumahHokie.com (Jakarta) – Pasokan properti ritel di kawasan satelit Jakarta terus mengalami pertumbuhan, meski tidak terlalu signifikan. Hingga akhir 2018, ruang ritel di Bogor Depok Tangerang dan Bekasi (Bodetabek) mencapai 2.312.500 m2.

Kawasan Tangerang menjadi penyumbang terbanyak yakni 1.065.300 m2, diikuti Bekasi (616.600 m2), Bogor (389.000 m2), dan Depok (241.600 m2).

Baca Juga: Bisnis Retail Jakarta Tak Terpengaruh Tren Belanja Online

Sementara itu, tingkat hunian (okupansi) ritel di Bodetabek terpantau relatif stabil di angka 82,8%. Memang terjadi sedikit penurunan, yakni sebesar 0,3% dibandingkan semester pertama 2018, karena terjadi pergerakan penyewa di pusat-pusat ritel.

Tingkat okupansi ruang ritel di Bogor tertinggi (mencapai 89,4%), disusul Bekasi (84,5%), Depok (83,8%), dan Tangerang (79,1%).

Baca Juga: Di Bodetabek, Hunian Vertikal Bersaing Ketat dengan Rumah Tapak

“Restoran dan toko pakaian dan aksesori masih mendominasi kegiatan pasar ritel di 2018 silam,” jelas Arief Rahardjo, Direktur Riset Cushman & Wakefield Indonesia dalam laporan bertajuk Debotabek Retail Marketbeats.

Rampungnya Pesona Square di Depok di semester kedua tahun 2018, menambah ruang ritel ke pasar sekitar 38.300 m2. Cushman & Wakefield mencatat, beberapa pusat ritel besar akan selesai pada paruh pertama 2019, di antaranya Vivo Mall Sentul, Bogor (seluas 31.000 m2), Aeon Mall Sentul, Bogor (71.000 m2), dan Pollux Mall @ Chadstone Apartment, Bekasi (30.000 m2).

Baca Juga: Potensi Investasi Apartemen di Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi

Survei Cushman & Wakefield memperlihatkan, tarif sewa rata-rata specialty retail space di Lantai Dasar masih berkisar Rp440.000 per meter persegi per bulan di paruh kedua 2018. Memang tidak terjadi peningkatan jika dibandingkan semester sebelumnya, tetapi meningkat sebesar 2,8% secara tahunan (year-on-year).

Depok dan Bogor memiliki tarif sewa rata-rata tertinggi yaitu Rp487.500 per meter persegi per bulan. Tangerang sedikit berada di bawahnya dengan tarif Rp453.600 per meter persegi per bulan, diikuti Bekasi dengan tarif Rp392.500 per meter persegi per bulan.

Sementara itu, service charge juga tidak mengalami peningkatan pada semester terakhir 2018, namun meningkat 3,8% (YoY) menjadi Rp127.000 per meter persegi per bulan.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda