Tips Agen Properti: Mengatur dan Memproteksi Database Klien

Dunia sales properti butuh database client untuk menawarkan bisnis jual-beli-sewa properti. Semakin banyak, peluang Anda membesar.

Tips Agen Properti: Mengatur dan Memproteksi Database Klien
Foto: Dok. Spmag.ru

RumahHokie.com – Yevgeniy Aleksandrovich Nikulin bukan seorang marketing associate. Tapi databasenya ada 500 juta orang. Wow!

Tunggu dulu. Dia ini hacker Rusia yang meretas LinkedIn dengan sukses tapi ketangkep FBI. Data kita diketahui. Yang gawat kalo Anda pernah nakal di situs kencan semalam Ashley Madison, karena situs dengan 46 juta pengguna itu juga diretas.

Dunia sales properti butuh database client untuk menawarkan bisnis jual-beli-sewa properti. Semakin banyak, peluang Anda membesar.

Baca Juga: Tips Agen Properti: Pilih Hard Working atau Smart Working?

Sadar akan hal itu, tak heran terkadang sesama marketing associate ribut berebut klien. Bahkan merasa kenal kepada semua orang. Setiap listing dengan pemilik anu, dia klaim sebagai klien-nya. Sekalian daftar di buku telepon saja diklaim, Bos!

Ada juga marketing associate yang lancang dan tega nyolong database kawan sekantor. Tiba-tiba selembar kertas sudah hilang, tapi sadarnya setelah beberapa hari.

Emangnya ada maling dari luar yang khusus mengendap-endap masuk, terus cuma merobek selembar catatan daftar klien? Tapi itu dulu. Sekarang, para marketer sudah canggih pake HP.

Pesan saya, kategorikan database Anda itu dalam grup kontak menurut kelompok. Misalnya, buyer ruko, buyer landed, owner highrise, buyer kakap, perayu, dan tipu-tipu.

Baca Juga: Lebih Enak Mana: Property Agent atau In-House Sales?

Lalu semua daftar kontak Anda disinkron pada emails sehingga kalau HP hilang atau ada trouble, database bisa di-retreive.

Tapi hati-hati ya. Kemenkominfo sudah rilis larangan sebar-sebarin data orang tanpa persetujuan yang punya. Kebiasaan jual-beli data, tukar database otomotif dengan asuransi lalu dengan properti bakal kena pasal kriminal lho.

Bagi konsumen, ini baik karena gangguan dunia maya berkurang, tapi bagi sales bisa malapetaka karena ini ladang prospecting yang lumayan bagus.

Tapi ya sudah, kita harus cari cara baru, unik, murah, efektif. Misalnya apa? Entahlah. Saya juga masih bingung.

Bersama F. Rach Suherman F. Rach Suherman
Mentor investasi properti nasional ini sebelumnya menjabat CEO di tiga perusahaan properti yang berbasis di Indonesia. Saat ini Suherman juga menjadi dosen dan aktif memberi seminar, pelatihan, dan konsultansi untuk perencanaan dan pemasaran properti.

Bila Anda memiliki pertanyaan, kirimkan ke: redaksi@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda