Tips Broker Properti: Pilih Banyak Listing atau Selektif?

Tahukah Anda, rata-rata produktivitas marketing properti non in-house hanya 2 – 4 unit sebulan?

membeli mencari rumah - kaca pembesar - cari rumah - pixabay - rumahhokie - dok
Foto: Pixabay.com

RumahHokie.com – Broker yang tidak selektif memilih listing bakal miskin terus. Bayangkan, Anda dapat listing dengan harga cuma Rp500 juta, tidak saleable, begitu closing malah co-broking pula serta harus bayar referal kepada satpam.

Barbara Corcoran, telah mencoba 20 jenis pekerjaan dan semuanya gagal. Berbekal utang USD1.000, dia meninggalkan pekerjaan sebagai waitress dan memulai firma broker properti. Tiga tahun kemudian kekayaannya telah mencapai USD4 juta.

Baca Juga: Penting! Perhatikan Hari-hari Baik Dalam Memasarkan Properti

Bekerja tekun itu upahnya bukan hanya kepuasan, tetapi juga keluasan harta. Tapi tekun dan kerja keras doang cuma bikin tangan kesemutan karena kelamaan pegang setang motor. Mondar-mandir mengejar harapan.

Komisi di properti seperti fatamorgana. Seperti ada tapi bodong. Anda mimpi dapat closing gede, tapi listing semua properti murah.

Baca Juga: Tips Sukses Melakukan Negosiasi Bagi Broker Properti

Tahukah Anda, rata-rata produktivitas marketing properti non in-house hanya 2 – 4 unit sebulan? Tujuh tahun saya melakukan pengamatan terhadap ribuan orang yang datang dan pergi. Ternyata bukan sedikitnya unit terjual, tapi besarnya harga transaksi yang harus dijaga.

Lisa Kuncoro, “Sang Ratu Pondok Indah” dari ERA Real Estate, tidak menjual 20 unit per bulan. Dia cukup jual tiga unit, tetapi rumah-rumah mewah dalam listing-nya membuat dia closing puluhan miliar rupiah per unit. Kalau closing 3 x Rp50 miliar, dengan komisi 2,5% saja, maka sudah pasti duitnya cukup buat beli Alphard.

Baca Juga: Tips Bagi-bagi Komisi Agar Agen Properti Tak “Berkelahi”

Makanya, jangan tiap hari PK (product knowledge) dari Sabang sampai Merauke. Pilih yang bisa bikin Anda hidup pas, yaitu pas mau ke Singapore, tiket terbeli. Pas mau ganti mobil, uang tersedia. Pas mau nikah lagi, isteri siap (bawa pentungan di depan pintu). Kawin belum, benjolnya duluan!

F. Rach Suherman
Mentor investasi properti nasional ini sebelumnya menjabat CEO di tiga perusahaan properti yang berbasis di Indonesia. Saat ini Suherman juga menjadi dosen dan aktif memberi seminar, pelatihan, dan konsultansi untuk perencanaan dan pemasaran properti.

Bila Anda memiliki pertanyaan, kirimkan ke: redaksi@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda