Tips Sukses Broker Properti Pemula di Era Digital Marketing

Selain penggunaan digital marketing, memperbanyak listing, data base, hingga teknik negosiasi menjadi hal yang penting dikuasai oleh broker properti.

digital marketing properti - rumahhokie - dok5
Digital Marketing (Foto: Freepik.com)

RumahHokie.com (Bekasi) – Menjadi agen properti di era digital memerlukan kemampuan khusus. Pasalnya, gaya hidup dan kebiasaan konsumen yang semula mencari lewat media konvensional kini telah berubah. Hal ini tentunya perlu dicermati agen properti yang ingin meraih kesuksesan.

Herry Tan, Principal Ray White Summarecon Bekasi menjelaskan, secara umum ada empat hal penting yang harus diperhatikan. Pertama, punya listing yang masuk di harga pasar. Untuk itu, listing harus banyak, kemudian disortir, difokuskan, dan dipasang iklannya.

Baca Juga: Johann Boyke Nurtanio: Kunci Sukses Broker Properti Adalah Adaptasi Teknologi

Kedua, fokus pada klien yang punya motivasi jual tinggi atau sedang BU (butuh uang). Di sisi lain, broker juga harus mencari pembeli yang punya motivasi tinggi.

“Banyak marketing fokus menjual rumah dengan nilai tinggi, hal ini justru akan membuat closing lama,” kata Herry kepada RumahHokie.com.

ketiga, broker harus berani minta dibayar penuh 3%. Banyak yang gagal mendapat bayaran penuh, karena hanya melakukan negosiasi dengan penjual via telepon.

“Broker harus bertemu langsung dengan penjual, sehingga si penjual lebih percaya. Itu kuncinya,” ujar Herry.

Baca Juga: Herry Tan: Mantan TKI Itu Kini Sukses Jadi Broker Properti

Keempat, perhatikan database. Untuk mendapat database, harus banyak-banyak memasang iklan. Dan jangan remehkan orang yang pernah menelepon, bahkan yang cuma tanya rumah sewa.

“Kita tidak pernah tahu siapa mereka (yang menelepon). Jadi, tetap simpan nomer mereka. Karena saya punya pengalaman, ada orang mencari rumah sewa harganya cuma Rp25 juta, tetapi ternyata dia mencari rumah sewa buat karyawannya. Kemudian, karena komunikasi kami baik, dia menawarkan beberapa lahan untuk dipasarkan,” tuturnya.

Dapatkan Banyak Listing
Salah satu tips sukses seorang agen properti pemula adalah memiliki banyak listing. Namun, bagaimana caranya mendapat listing yang banyak?

Herry mengatakan, si agen pemula harus rajin dan fokus melakukan canvasing dan berkeliling mencari listing. Setelah itu iklankan secara daring.

Baca Juga: Inilah Kasus Hukum yang Sering Menjerat Broker Properti

“Kalau cuma menggunakan spanduk, tidak akan terpublikasi dengan maksimal. Sementara via internet, yang melihat jauh lebih banyak,” katanya.

Hal yang sering diabaikan seorang broker properti, imbuhnya, adalah mengabaikan kesempatan mendapat listing dari pembeli. Padahal, ada kemungkinan orang yang membeli rumah, dia juga ingin menjual rumahnya.

“Bila si agen pintar-pintar bertanya, dia bisa dapat listing lagi dari si pembeli. Nah, skill ini yang harus diasah. Banyak agen yang hanya melayani rumah yang dijual, tanpa bertanya apakah si pembeli juga mau menjual rumah,” papar Herry.

Baca Juga: Tips Broker Properti: Pilih Banyak Listing atau Selektif?

Satu hal lagi yang ditekankan Herry, jangan fokus pada listing sewa, karena tidak akan membantu mendapat income yang bagus. Idealnya, listing sewa 10%, sisanya 90% listing jual-beli. Sementara listing properti primary sebaiknya sekitar 25% saja.

“Fokus satu atau dua proyek (listing primary) tetapi dipasarkan dengan baik, daripada listing banyak, tetapi enggak fokus, akhirnya enggak jualan apa-apa,” pungkasnya.

Kuasai Teknik Negosiasi
Untuk melakukan negosiasi, seorang agen properti harus mengetahui kemauan klien-kliennya dan melihat dari kacamata si klien.

Terkadang transaksi gagal, karena komunikasi kurang baik. Di satu sisi, si agen terlalu bertahan, sementara si pembeli merasa memiliki uang.

Baca Juga: Tips Sukses Melakukan Negosiasi Bagi Broker Properti

Teknik negosiasi dengan penjual dan pembeli berbeda, namun semuanya harus balance dan fair. Hal inilah yang harus dikuasai broker.

Beralih ke Digital Marketing
Digital marketing dalam kurun beberapa tahun terakhir mulai banyak digunakan broker dalam memasarkan properti. Cara tradisional seperti memasang spanduk dinilai tidak terlalu optimal lantaran hanya dilihat warga sekitar, tetapi bila memasarkan via online, penetrasinya bisa 20 kali lipat.

Baca Juga: Lima Strategi Marketing Produk Properti “Zaman Now”

Media cetak seperti koran pun dianggap sudah kurang efektif, kecuali untuk memasarkan properti dengan value tinggi, karena calon pembelinya—yang notabene adalah para bos dari generasi baby boomer—masih lebih suka membaca koran.

“Akan tetapi, penggunaan digital marketing pun masih harus dilakukan, karena meski para bos ini tidak membaca iklan online, biasanya mereka menyuruh anak buahnya untuk mencari. Jadi, si milenial ini sebagai messenger-nya,” pungkas Herry.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda