Trik Pengembang Lokal Menghadapi Serbuan Pengembang Global

Pengembang lokal umumnya menghadapi kendala di sisi pembiayaan perbankan. Sementara itu, di sisi lain, pengembang asing yang masuk menyerbu memiliki dana tak terbatas.

Iwan Sunito - Crown Group - rumahhokie - dok
Iwan Sunito, CEO Crown Group (Foto: Dok. Crown Group)

RumahHokie.com (Jakarta) – Saat ini pasar properti Australia, khususnya di Sydney, mendapatkan serbuan dari perusahaan properti global.

“Di satu sisi, pengembang Australia menghadapi masalah dana, terutama pembiayaan dari perbankan, sementara di sisi lain, perusahaan global yang masuk memiliki modal yang jauh lebih besar,” tutur Iwan Sunito, Group CEO dan Komisaris, Crown Group, pengembang properti yang berbasis di Sydney.

Baca Juga: 2018: Harga Hunian di Sydney Diprediksi Melonjak 8%

Sementara itu, imbuhnya, harga tanah semakin melambung, meski kemampuan daya beli pasar masih kuat.

“Sebagai contoh, harga lahan di kawasan Green Square yang tiga atau empat tahun lalu senilai Rp500 miliar, sekarang menjadi Rp1 triliun hingga Rp1,5 triliun,” katanya.

Iwan mengeluhkan, perbankan Australia semakin memperkecil pinjaman kepada pengembang lokal, yang semula berkisar Rp2 triliun – Rp3 triliun untuk sekali pinjaman, kini hanya sekitar Rp1 triliun.

“Dengan demikian, nilai skala proyek semakin membesar, sementara jumlah dana yang bisa didapatkan semakin kecil,” ujarnya.

Baca Juga: Soal Backlog Perumahan, Indonesia Harus Tiru Australia

Dia bisa mengerti pihak perbankan yang lebih berhati-hati mengucurkan dana, namun kondisi ini meningkatkan kompleksitas, dimana harga tanah semakin melambung selama proses perijinan berjalan. Untuk itu, lanjutnya, para pengembang lokal harus mencari pinjaman ke dua atau tiga bank guna memenuhi kebutuhan pendanaan mereka.

“Hal inilah yang mengakibatkan supply hunian di Sydney tidak bisa memenuhi jumlah permintaan yang ada,” ungkap Iwan, yang mengatakan Crown Group memiliki akses kepada institusi pendanaan global, sehingga tidak tergantung kepada institusi pendanaan lokal.

David versus Goliath
Lebih lanjut, Iwan menuturkan, persaingan pengembang lokal dengan pengembang global saat ini laiknya David melawan Goliath.

“Situasi ini membuat segala sesuatunya semakin kompleks, karena kami mengalami kondisi persaingan yang tidak seimbang,” ujarnya.

Baca Juga: Diserbu Pembeli Asing, Sydney Masih Kekurangan Pasokan Hunian

Lantas, bagaimana caranya berkompetisi dengan para raksasa tersebut?

“Seperti halnya David dan Goliath, ini bukanlah yang besar mengalahkan yang kecil, tetapi yang cepat mengalahkan yang lambat,” tegas Iwan.

Menurutnya, pengembang lokal harus lebih gesit dalam merespon pasar, karena bagaimanapun pengembang lokal lebih mengerti pasar dibandingkan pemain global.

Baca Juga: Mau Beternak Properti di Australia, Simak Resep Berikut ini

“Memang mereka memiliki dana yang tidak terbatas, namun mereka juga tidak memiliki pemahaman yang mendalam terhadap pasar lokal. Mereka juga lebih lambat dalam membuat keputusan.

Iwan menilai, pemerintah juga harus berperan aktif dalam membuat regulasi yang mendukung perusahaan lokal, bukan justru membuat pembatasan.

“Saat ini, pembatasan yang diterapkan—misalnya pembatasan pembiayaan dan penjualan hunian ke orang asing—sangat berdampak kepada pengembang lokal,” pungkasnya.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda