Waspada, Ada Aksi Penipuan Atas Nama Program Sejuta Rumah!

Satgas P2PSR telah menerima berbagai laporan kasus, di mana masyarakat diminta menyetorkan sejumlah uang oleh oknum tertentu untuk mendapatkan rumah subsidi.

rumah susun - merah - kemenpupr - rumahhokie - dok
Rumah Susun (Foto: Dok. KemenPUPR)

RumahHokie.com (Jakarta) – Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan mewaspadai adanya aksi penipuan yang mengatasnamakan Program Sejuta Rumah.

Masyarakat diminta untuk mengecek terlebih dahulu legalitas bangunan tidak serta merta mempercayai oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab yang meminta sejumlah uang untuk memperoleh bantuan rumah bersubsidi dari pemerintah.

Baca Juga: Ini Dia Rumah Subsidi di Kawasan Bekasi, Tangerang, dan Bogor

Hal tersebut disampaikan Ketua Satuan Tugas Pemantauan dan Pengendalian Program Sejuta Rumah (P2PSR) Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Lucky Harry Korah, di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Senin (18/2/2019).

“Masyarakat jangan terburu-buru menanggapi ketika ada oknum yang menawarkan rumah subsidi Program Sejuta Rumah. Cek dahulu status tanah, perizinan, pelaksanaan fisik bangunan dan lain-lain, agar tidak dirugikan,” kata Lucky Korah dalam siaran pers yang diterima RumahHokie.com.

Baca Juga: Sukseskan Program Perumahan Rakyat, Ini Dua Usulan REI untuk Pemerintah

Satgas P2PSR merupakan Satuan Tugas yang dibentuk Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR. Tugas Satgas ini adalah melaksanakan pemantauan dan pengendalian penyelenggaraan perumahan, mengevaluasi dan menindaklanjuti pengaduan masyarakat terkait kondisi rumah yang rusak atau tidak berkualitas, serta menginvestigasi dan memberikan rekomendasi terhadap hasil investigasi, sebagai upaya untuk menyukseskan program penyediaan perumahan.

Hingga saat ini, Satgas P2PSR telah menerima berbagai laporan kasus, di mana masyarakat diminta menyetorkan sejumlah uang oleh oknum tertentu untuk mendapatkan rumah subsidi. Namun kenyataannya, masyarakat tidak mendapatkan rumah yang dijanjikan mekipun uang telah di setorkan. Hal ini berlaku untuk baik rumah tapak maupun rumah susun (apartemen).

Baca Juga: Inilah 25 Bank Penyalur KPR Rumah Subsidi di 2019

“Penipuan di sektor perumahan juga terjadi dalam bentuk booking payment melalui SMS atau Whatsapp supaya masyarakat segera mentransfer sejumlah uang tertentu untuk booking unit yang jumlahnya sudah sangat terbatas.

Sebagai informasi, Program Rumah Bersubsidi merupakan salah satu program pemerintah dalam bidang pembiayaan perumahan, dimana masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dapat menikmati skema KPR dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang lebih mudah dijangkau.

Baca Juga: Kementerian PUPR Targetkan 1,25 Juta Unit Rumah Tahun Ini

Beberapa manfaat yang dapat dinikmati masyarakat dengan memanfaatkan KPR FLPP untuk memiliki rumah bersubsidi antara lain suku bunga fixed 5% dengan jangka waktu (tenor) maksimal 20 tahun, bebas PPN, serta bebas premi asuransi.

Di segi harga, rumah subsidi ditentukan batasan maksimalnya oleh Pemerintah, yaitu sekitar Rp135 juta, sesuai dengan zonasi yang telah ditetapkan.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda